Minggu, 14 Juni 2009

TIPS MENGHEMAT BENSIN


Dalam rangka menghemat bensin yang semakin hari semakin mahal, ada saja upaya yag bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan mengganti karburator. Tentu saja akan ada efek sampingnya. Biasanya karena kapasitas karburatornya tidak sesuai maka mesin menjadi kurang bertenaga. Walaupun kurang bertenaga, konon upaya ini bisa menghemat bensin sampai 20%.
Cara lain yang bisa ditempuh khusunya pada karburator mobil yang daya mesinnya besar, biasanya di dalam karburator ada 2 jet-adalah dengan mengganti jet yang lebih kecil lubangnya. Namun efeknya membuat mesin kurang bertenaga.

Beberapa tips berikut mungkin bisa jadi inspirasi Anda dalam upaya menghemat bensin, antara lain dengan:

1. Melakukan perawatan berkala setiap 5.000 km. Penting sekali untuk merawat bagian-bagian seperti filter udara, karena bensin akan dibersihkan di samping menyetel ulang pengapian dari mesin. Agar bensin hemat, maka penyetelan campuran udara dan bensin yang homogen sangat penting.

2. Perhatikan gerak bebas dari kopling.
Kopling yang “nyetut” tidak meneruskan putaran mesin dengan baik. Coba mesin dihidupkan kemudian masukan transmisi ke gigi satu. Injaklah pedal kopling sampai rapat kemudian lepaskan. Perhatikan sampai jarak berapa dari lantai mobil mulai bergerak. Yang baik, sekitar 50% dari jarak yang ada.

3. Periksa juga tekanan angin ban karena jika tekanan angin ban berkurang dapat mengakibatkan mobil tak meluncur dengan ringan.Gunakan pula jenis ban yang benar.Pada sedan tekanan ban depan 28 psi dan belakang 32. Minibus depan 28 dan belakang minimum 50-60 psi. Keadaan tekanan ban seperti ini bisa menghemat bensin.

4. Kemudikan mobil secara benar karena mengemudi yang benar bisa menghemat bensin sampai 15%. Injaklah pedal gas dengan cara halus, tidak “kaget-kaget”. Pada mesin yang menggunakan RPM meter, usahakan RPM tidak melewati 50%. Kalau tanda merah pada RPM 6000, usahakan dalam perjalanan hanya menggunakan RPM 3000. Atau pertahankan kecepatan mobil lebih sering pada 80 km/jam. Pada kecepatan di atas 80 km/jam, pindahkan ke gigi over drive bagi mobil yang dilengkapi dengan transmisi over drive.

Senin, 08 Juni 2009

CARA MERAWAT MOTOR YANG BAIK


Dengan perawatan yang baik secara berkala, motor lama pun bisa tetap seperti baru. Inilah tips2 dalam merawat motor agar si roda dua ini tetap baik:


Cek Kondisi Oli

Oli mesin ini sangat penting peranannya untuk melumas komponen-komponen mesin, seperti stang seher, seher, dan ring seher, kruk as dan noken as atau stang klep. Jika keberadaan minyak pelumas sudah berwarna kehitam-hitaman atau kelenturan daya lumasnya berkurang, maka sebaiknya diganti. Ganti oli secara berkala dan gunakan sesuai dengan rekomendasi pabrikan.


Cek Kondisi Aki

Jangan biarkan air accu melewati batas maksimum dan minimum yang akibatnya bisa mempercepat kerusakan pada sel-sel accu. Tambahkan aki pada pagi hari.Jangan biarkan baterai atau accu yang sudah mulai melemah, segeralah menggantinya, bukan hal baik jika anda tetap memaksa menggunakannya. Jika tetap dipaksakan kedua kutub positif dan negatif akan mengeluarkan korosi (serbuk putih) yang akan menjalar ke bagian kabel-kabel utama yang menghubungkan arus listrik ke saluran lampu, dinamo, atau bagian-bagian lainnya.Jika memang motor anda mengalami hal tersebut, arus listrik yang dihantarkan baterai atau accu tidak sempurna akan menyebabkan kerusakan pada komponen dinamo, kontak mesin maupun switch lampu. Satu hal yang perlu diperhatikan jika accu sudah lemah atau tidak mampu di starter dan distarter, jangan memaksa mendorong sepeda motor untuk menghidupkannya sebab hanya akan merusak gigi transmisi.


Periksa Rantai dan Gir

Jangan biarkan rantai terlalu kendor, atau terlalu kencang. Terlalu kendor bisa membuat rantai copot dari girnya, sementara terlalu kencang bisa mengakibatkan putus rantai. Cek juga kondisi gir, jika sudah tajam segera ganti karena jika tidak rantai bisa tiba-tiba putus. Bahaya kan, kalo lagi ngebut tiba-tiba putus rantai?


Periksa Kabel Koil dan Busi

Perhatikan keberadaan kabel koil yang menghubungkan arus listrik ke busi. Cepat ganti kabel yang kelihatannya sudah cukup umur dan banyak terlihat keretakan dan pengerasan pada kabel. Jangan lupa perhatikan keberadaan busi karena busi sangat vital untuk kelancaran sebuah mesin kendaraan.


Perhatikan Selang Bensin

Selang bensin ke karburator juga merupakanm komponen yang layak diperhatikan. Jangan membiarkan kondisi selang bensin mengeras atau terjadi retakan-retakan, karena bagian dalam selang bisa jadi sudah tidak elastis dan mengakibatkan serbuk kotoran yang berasal dari selang terbawa ke karburator. Pada akhirnya akan terjadi penyumbatan suplai bensin dari tanki ke karburator sehingga mengganggu sistem pembakaran.


Panaskan Mesin paling lama 2 Menit

Panaskan mesin sebelum motor dijalankan, tak perlu lama-lama cukup 1-2 menit agar sirkulasi oli bisa melumasi seluruh bagian dalam mesin yang bergerak. Jangan terlalu lama memanaskan karena akan membuat pipa knalpot menguning selain itu Anda pasti tak mau buang-buang bensin khan?.


Periksa tekanan angin ban

Jangan terlalu keras dan juga jangan kurang karena bisa berakibat kembang ban motor rusak.


Gunakan Selalu Sparepart Asli

Lebih baik mahal sedikit, tapi puas dan tahan lama daripada memakai yang tidak asli, meski murah tapi tapi daya tahan kurang.


Cek Baut Bodi Secara Berkala

Mungkin kita sering tidak menyadari kalau baut bodi suka gampang kendor. Untuk memastikannya, cek secara berkala, tiap selesai cuci motor misalnya.Ingat! Kalau mengencangkan bautnya jangan terlalu kenceng banget, nanti takutnya yang ada dudukan bautnya yang retak.

So tidak sulit bukan, asal anda rajin merawat motor dengan benar pasti motor kesayangan Anda senatiasa tampil prima.